Film

Review Film Fury

29
×

Review Film Fury

Share this article
Judul Film: Fury (2014)

Sinopsis:
Fury adalah film perang yang mengisahkan tentang kelompok pasukan tank Amerika Serikat pada akhir Perang Dunia II. Dipimpin oleh Sersan Don “Wardaddy” Collier (diperankan oleh Brad Pitt), kelompok ini harus bertempur melawan pasukan Jerman yang tak kenal ampun. Dalam perjalanan mereka, mereka menemui berbagai rintangan dan menghadapi kesulitan moral yang mempengaruhi mental mereka.

Plot:
Plot film Fury memiliki kekuatan untuk menarik penonton ke dalam suasana perang. Konflik yang ditunjukkan di medan tempur benar-benar mampu menjaga ketegangan sepanjang film. Meskipun pada awalnya terasa familiar dengan formula perang, kisah ini menggambarkan sisi manusiawi dan penderitaan yang dialami para prajurit dengan cara yang kuat dan intens.

Akting dan Karakter:
Pertunjukan akting dalam Fury sangatlah luar biasa. Brad Pitt memberikan penampilan yang kuat sebagai pemimpin pasukan tank dengan karakteristik tegas namun juga memiliki lapisan emosional yang dalam. Chemistry antara anggota pemeran lainnya, seperti Shia LaBeouf, Logan Lerman, Michael Peña, dan Jon Bernthal juga terasa alami dan membuat para karakter terasa hidup.

Arahan:
Sutradara David Ayer berhasil menciptakan atmosfer gelap dan mencekam dalam Fury. Penggunaannya akan sudut pandang kamera memberikan pengalaman mendalam kepada penonton sehingga kita dapat merasakan ketegangan di medan perang. Ayer juga mampu menggabungkan adegan laga yang intens dengan momen keheningan yang penuh makna, memberikan kekuatan emosional kepada film ini.

Skor dan Sinematografi:
Skor musik karya Steven Price secara brilian meningkatkan ketegangan dan memperkuat suasana film Fury. Ia berhasil menyampaikan intensitas perang melalui komposisi musik yang dramatis. Sementara itu, sinematografi oleh Roman Vasyanov memberikan tampilan visual yang indah namun sekaligus gelap. Pemandangan medan tempur terasa nyata dan mengesankan.

Desain Produksi dan Efek Khusus:
Desain produksi dalam Fury dapat dikatakan sangat akurat dalam menggambarkan suasana pada era Perang Dunia II. Detail-detail di dalam tank dan perlengkapan militer lainnya terlihat autentik, menambahkan nuansa realistis pada visual film ini. Efek khusus juga digunakan dengan tepat saat adegan pertempuran, memberikan tampilan yang spektakuler tanpa kehilangan nuansa kekerasan perang.

Pengeditan:
Pengeditan film Fury dilakukan dengan cermat, menjaga ritme cerita tetap konsisten tanpa ada momen yang terasa lambat atau terburu-buru. Transisi antara adegan perang yang intens dan momen kehidupan pasukan tank di waktu-waktu santai juga berjalan lancar, memberikan kesempurnaan pada alur cerita.

Dialog:
Dialog-dialog dalam Fury tampaknya cukup realistis bagi situasi perang tersebut. Meskipun tidak banyak adegan dialog, kata-kata yang diucapkan oleh para karakter terasa kuat dan memiliki dampak emosional yang mendalam bagi penonton. Dialog-dialog ini juga membantu menggambarkan dinamika antar karakter.

Kesimpulan:
Fury adalah film perang yang memukau dengan plot yang kuat, akting luar biasa, dan arahan yang brilian. Film ini mampu mengekspresikan penderitaan dan keberanian di medan perang dengan cara yang menggugah emosi penonton. Skor musik, sinematografi, desain produksi, efek khusus, pengeditan, dan dialog semuanya berkontribusi pada keseluruhan kualitas film ini. Fury adalah pengalaman sinematik yang menggetarkan hati dan akan meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang menyaksikannya.

Tonton Fury 2014 Full Movie. Fury dapat ditonton secara gratis. Tonton Fury with dengan kualitas HD.

Fury 2014

Release : 2014-10-15
Genre : Kejahatan, Drama, Aksi
Runtime : 135
Home Page :
IMDb Page : https://www.imdb.com/title/tt2713180
Company : Columbia Pictures, QED International, LStar Capital
Cast : Brad Pitt as Don ‘Wardaddy’ Collier, Shia LaBeouf as Boyd ‘Bible’ Swan, Logan Lerman as Norman Ellison, Michael Peña as Trini ‘Gordo’ Garcia, Jon Bernthal as Grady ‘Coon-Ass’ Travis
Tagline:
Overview : Dalam bulan-bulan terakhir Perang Dunia II, ketika Sekutu melakukan dorongan terakhir mereka di teater Eropa, seorang sersan Angkatan Darat AS bernama ‘Wardaddy’ memimpin tank Sherman yang disebut ‘Fury’ dan lima orang awaknya dalam misi mematikan dibelakang garis musuh. Kalah jumlah dan kalah senjata, Wardaddy dan anak buahnya menghadapi peluang besar dalam upaya heroik mereka untuk menyerang jantung Nazi Jerman.